HUBUNGAN FILSAFAT DAN ILMU PENGETAHUAN
Dosen Pengampu :
DISUSUH OLEH :
Mawardah Tul Jannah
Muhamad Fachrozi
Nurul Syafika
IIA PAI
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) BENGKALIS
TA : 2017/2018
KATA
PENGANTAR
Alhamdulillah, hanya dengan petunjuk dan hidayah-Nya
penulisan makalah ini dapat terselesaikan dan sampai pada hadapan para pembaca
yang berbahagia. Semoga kiranya membawa mamfaat yang sebesar-besarnya dan
memberikan sumbangan yang berarti pada masa sekarang dan yang akan datang.
Makalah ini penulis buat bertujuan untuk menambah
wawasan bagi penulis serta pembaca. Dan diharapkan pembaca bisa mengambil
kesimpulan-kesimpulannya agar bisa bermanfaat
dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam penulisan makalah ini tentunya banyak dijumpai
kekurangan dan kelemahannya. Untuk itu penulis
mohon maaf yang sebesar-besarnya dan mengharap tegur sapa serta saran-saran
penyempurnaan. Agar kekurangan dan kelemahan yang ada tidak sampai mengurangi
nilai dan manfaat
bagi pengembangan pada umumnya.
Bengkalis, 25 Maret 2018
Penulis
DAFTAR
ISI
KATA
PENGANTAR........................................................................................... i
DAFTAR
ISI......................................................................................................... ii
BAB
I PENDAHULUAN.................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang...................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah................................................................................. 1
1.3 Tujuan.................................................................................................... 1
BAB
II PEMBAHASAN..................................................................................... 2
2.1 Gambaran
Tentang Filsafat................................................................... 2
2.2 Tentang Ilmu
Pengetahuan.................................................................... 3
2.3 Pengertian Agama................................................................................. 5
2.4 Hubungan
Antara Filsafat Dengan Ilmu Tentang Kebudayaan............ 6
2.5 Pengertian
Ideologi............................................................................... 8
2.6 Pengetahuan.......................................................................................... 9
2.7 Hubungan Filsafat dengan Agama........................................................ 9
2.8 Hubungan Filsafat dengan Kebudayaan.............................................. 11
2.9 Hubungan Filsafat dengan Ideologi..................................................... 12
BAB
III PENUTUP............................................................................................ 13
3.1 Kesimpulan.......................................................................................... 13
DAFTAR
PUSTAKA......................................................................................... 14
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Dalam makalah ini kami
akan membahas tentang Hubungan Filsafat Dengan Ilmu. Menyadari bahwa masih
banyak dari kita yang tidak menyadari secara sepenuhnya jika dalam dunia
pendidikan pun kita sebenarnya telah berfilsafat. Berfilsafat itu tidak hanya
dilakukan oleh ilmuan-ilmuan terdahulu ataupun oleh orang-orang yang ingin
menguasai agama hingga ke akar-akarnya. Bahkan oleh anak-anak yang belum
waktunya mengenyam pendidikan pun sesungguhnya telah berfilsafat dengan
bagaimana mereka mempertanyakan sesuatu dan menelaah untuk dapat memahaminya.
Untuk memecahkan beberapa masalah tersebut, kami mecoba untuk membahas dan
memaparkan tentang Pengertian dan Hubungan di antara Filsafat dan Ilmu.
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana
Pengertian Filsafat dan Ilmu Secara Menyeluruh?
2. Apakah
Terdapat Hubungan dan Perbedaan Antara Filsafat dan Ilmu?
3. Bagaimana
Filsafat Dapat Mempengaruhi Perkembangan Ilmu?
1.3 Tujuan
Kami menyusun makalah
yang bertemakan Hubungan Filsafat dengan Ilmu ini adalah agar kami dapat lebih
mengetahui bagaimana sebenarnya pengertian dari keduanya secara menyeluruh,
juga agar kami dapat mengetahui bagaimana hubungan dan perbedaan di antara
keduanya, dan bagaimana filsafat tersebut dapat mempengaruhi perkembangan ilmu,
serta agar kami dapat membagi ilmu pengetahuan yang telah kami dapatkan kepada
rekan-rekan mahasiswa seangkatan setelah melakukan tahap perangkuman dari
beberapa buku dan situs internet sebagai acuan kami. Kami berharap dengan
makalah ini, rekan-rekan mahasiswa dapat mengerti dan memahami Pengertian serta
Hubungan Filsafat Dengan Ilmu.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Gambaran Tentang filsafat
2.1.1. Sejarah
Penemuan filsafat
Filsafat dalam
pandangan barat diperkirakan muncul pada
abad ke- 7 sebelum masehi di yunani. Filsafat muncul ketika orang-orang mulai
berpikir dan berdiskusi akan keadaan alam, dunia, dan lingkungan disekitar mereka dan tidak menggantungkan diri kepada
agama lagi untuk mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini. Banyak yang
bertanya-tanya mengapa filsafat muncul di Yunani dan tidak di daerah yang
beradab lain kala itu seperti Babilonia, Yudea (Israel) atau Mesir. Jawabannya
sederhana: di Yunani, tidak seperti di daerah lain-lainnya tidak ada kasta
pendeta sehingga secara intelektual orang lebih bebas.
Orang Yunani
pertama yang bisa diberi gelar filosof ialah Thales dari Mileta, sekarang di
pesisir barat Turki. Tetapi filosof-filosof Yunani yang terbesar tentu saja
ialah: Socrates, Plato, dan Aristoteles. Socrates adalah guru Plato sedangkan
Aristoteles adalah murid Plato. Bahkan ada yang berpendapat bahwa sejarah
filsafat tidak lain hanyalah “komentarkomentar karya Plato belaka”. Hal ini
menunjukkan pengaruh Plato yang sangat besar pada sejarah filsafat.
Beberapa
pandangan para ahli tentang filsafat telah terdapat dalam berbagai macam
literatur dan hampir semua disiplin ilmu, bahasan tentang filsafat adalah
salasatu objek telaah yang menarik untuk didiskusikan. Berikut beberapa pandangan:
Ø Menurut Descartes (1596–1650)
Filsafat ialah
kumpulan segala pengetahuan di mana Tuhan, alam dan manusia menjadi pokok
penyelidikannya.
Ø Plato ( 428 -348 SM )
Filsafat
tidak lain dari pengetahuan tentang segala yang ada. Filsafat adalah pengetahuan
yang berminat mencapai pengetahuan kebenaran yang asli.
Ø Aristoteles (384 – 322 SM)
Filsafat
adalah ilmu ( pengetahuan ) yang meliputi kebenaran yang terkandung didalamnya
ilmu-ilmu metafisika, logika, retorika, etika, ekonomi, politik, dan estetika.
Bahwa kewajiban filsafat adalah
menyelidiki sebab dan asas segala benda. Dengan demikian filsafat bersifat ilmu
umum sekali. Tugas penyelidikan tentang sebab telah dibagi sekarang oleh
filsafat dengan ilmu.
Ø Cicero ( (106 – 43 SM )
Filsafat
adalah sebagai “ibu dari semua seni “( the mother of all the arts“ ia juga
mendefinisikan filsafat sebagai ars vitae (seni kehidupan )
Ø Johann Gotlich Fickte (1762-1814 )
Filsafat
sebagai Wissenschaftslehre (ilmu dari ilmu-ilmu , yakni ilmu umum, yang jadi
dasar segala ilmu. Ilmu membicarakan sesuatu bidang atau jenis kenyataan.
Filsafat memperkatakan seluruh bidang dan seluruh jenis ilmu mencari kebenaran
dari seluruh kenyataan.
Ø Prof. Mr.Mumahamd Yamin
Filsafat
ialah pemusatan pikiran, sehingga manusia menemui kepribadiannya seraya didalam
kepribadiannya itu dialamiya kesungguhan.
2.2. Tentang Ilmu Pengetahuan
2.2.1. Pengertian ilmu
Ilmu
berasal dari bahasa Arab: ‘alima, ya’lamu, ‘ilman
yang berarti mengetahui,memahami dan mengerti benar-benar. Dalam bahasa
Inggris disebut Science, dari bahasa Latin yang berasal dari kata
Scientia (pengetahuan) atau Scire (mengetahui). Sedangkan dalam bahasa Yunani adalah Episteme
(pengetahuan). Dalam kamus Bahasa Indonesia, ilmu
adalah pengetahuan tentang suatu bidang yang tersusun secara bersistem menurut
metode-metode tertentu yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala-gejala
tertentu di bidang itu (Kamus Bahasa Indonesia, 1998)
Ø Encyclopedia Americana
Dalam
Encyclopedia Americana, ilmu adalah pengetahuan yang bersifat positif dan sistematis.
Ø Paul Freed man
Dalam The Principles of Scientific
Research mendefinisikan ilmu sebagai: bentuk aktifitas manusia yang dengan
melakukan nya umat manusia memperoleh suatu pengetahuan dan senantiasa lebih
lengkap dan cermat tentang alam dimasa lampau, sekarang dan kemudian hari,
serta suatu kemampuan yang meningkat untuk menyesuaikan dirinya dan mengubah
lingkungannya serta mengubah sifat-sifatnya sendiri.
Ø S.ornby
Mengartikan ilmu sebagai susunan atau
kumpulan pengetahuan yang diperoleh melalui penelitian dan percobaan dari
fakta-fakta.
Ø Poincare
Menyebutkan
bahwa ilmu berisi kaidah-kaidah dalam arti definisi yang tersembunyi.
Tidak dapat di
pungkiri bahwa dalam proses untuk memperole suatu ilmu adalah dengan melalui
pedekatan filsafat. .
Ilmu
pengetahuan adalah salah satu objek kajian dari filsafat ilmu yang merupakan
cabang dari filsafat. Yang dimaksud dengan filsafat ilmu
adalah studi sistematik mengenai sifat hakikat ilmu,khususnya yang berkenaan
denganmetodenyadan kedudukannyadidalam skema umum disiplin ilmu.Untuk
mendapatkan gambaran singkat tentang pengertian filsafat ilmu dapatlah
dicermati rangkuman ranah telaah yang tercakup dalam filsafat ilmu, seperti
berikut :
Filsafat ilmu merupakan studi gabungan yang terdiri
dari beberapa kajian, yang diajukan untuk menetapkan batas yang tegas mengenai
ilmu tertentu. Juga berperan untuk menganalisis hubungan atau antar hubungan
yang ada pada kajian satu terhadap kajian yang lain.
Tujuan
filsafat ilmu adalah
Ø
Mendalami
unsur-unsur pokok ilmu, sehingga secara menyeluruh kita dapat memeahami sumber,
hakikat dan tujuan ilmu
Ø
Memahami
sejarah pertumbuhan, perkembangan,dan kemajuan ilmu di berbagai bidang,sehingga
kita mendapat gambaran tentang proses ilmu kontemporer secara historis.
Ø
Menjadi
pedoman bagi para dosen dan mahasiswa dalam mendalami studi di perguruan
tinggi, terutama untuk membedakan persoalan yang ilmiah dan nonilmiah.
Ø
Mendorong
pada calon ilmuwan dan iluman untuk konsisten dalam mendalami ilmu dan mengembangkannya.
Ø Mempertegas bahwa dalam persoalan
sumber dan tujuan antara ilmu dan agama tidak ada pertentagan.
2.3. Pengertian Agama
Kata agama dalam Kitab suci
Al-Qur'an dan hadits Nabi mempunyai makna antara lain: pahala dan balasan,
ketaatan dan penghambaan, kekuasaan, syariat dan hukum, umat, kepasrahan dan
penyerahan mutlak, aqidah, cinta, akhlak yang baik, kemuliaan, cahaya,
kehidupan hakiki, amar ma'ruf nahi munkar, amanat dan menepati janji, menuntut
ilmu dan beramal dengannya, dan puncak kesempurnaan akal.
Agama ialah suatu sistem credo (tata
keyakinan), ritus (peribadatan) dan sistem norma yang mengatur hubungan manusia
dengan Tuhan, manusia dengan manusia dan alam lainnya sesuai tata ketentuan
yang telah ditetapkan.[3]
Menurut
sumbernya agama dibagi menjadi 2 yaitu:
1.
Agama samawi (agama wahyu atau langit)
2.
Agama budaya (agama bumi)
Contoh dari agama samawi salah
satumya adalah islam. Agama islam adalah wahyu dari Allah yang diturunkan pada
rosul-Nya sebagai suatu sistem keyakinan dan tata aturan yang mengatur segala
pri kehidupan dan kehidupan manusia dalam hubungan nya dengan Tuhan, sesama
makhluk maupun alam yang bertujuan mencari keridhoan Allah serta keselamatan
dunia dan akhirat.
Agama islam bersumber dari kitab
suci yaitu kodifikasi wahyu Allah swt untuk umat manusia di atas planet bumi
berupa Al quran sebagai penyempurna wahyu-wahyu Allah sebelumnya.
2.4. Tentang
Kebudayaan
2.4.1. Pengertian Kebudayaan
Kebudayaan menurut Mukti Ali (1982 :
4) adalah budi daya, tingkah laku manusia. Tingkah laku manusia digerakkan oleh
akal dan perasaannya. Yang mendasari adalah ucapan hatinya yang merupakan
keyakinan dan penghayatannya terhadap sesuatu yang dianggap benar. Apa yang
dianggap benar itu besar atau kecil adalah agama. Dan agama, sepanjang tidak
diwahyukan adalah hasil pemikiran filsafat.
Pendapat lain menyatakan bahwa
budaya atau kebudayaan adalah formulasi dari tida unsur daya, yaitu daya cipta,
daya rasa, dan daya karsa (cipta, rasa, karsa)
Berikut devinisi kebudayaan menurut beberapa ahli :
1. Taylor,
budaya adalah suatu keseluruhan komplek yang meliputi pengetahuan,
kepercayaan,kesenian, moral, keilmuan, hukum, adat istiadan dan kemampuan yang
lain serta kebiasaan yang didapat oleh manusia sebagai anggota masyarakat.
2. Linton, kebudayaan dapat dipandang sebagai
konfigurasi tingkah laku yang dipelajari dan hasil tingkah laku yang
dipelajari, dimana unsur pembentuknya didukung dan diteruskan oleh anggota
masyarakat lainnya.
3. Kotjaraningrat, mengartikan bahwa kebudayaan adalah
keseluruhan sistem gagasan, milik dari manusia dengan belajar
2.4.2. Wujud Kebudayaan Dan Unsur-Unsurnya
a)
Wujud Kebudayaan
Menurut prof. dr. koentjaraningrat, wujud kebudayaan
itu dapat diklasifikasikan pada tiga macam:
1. Wujud kebudayaan sebagai kompleks ide-ide, gagasan,
nilai-nilai, norma-norma, peraturan dan sebagainya. Wujud pertama adalah ideal
kebudayaan yang sifat abstrak, tak dapat diraba dan di foto, layaknya dalam
pikiran manusia. Sekarang kebudayaan ideal ini banyak tersimpan di arsip-arsip
kartu komputer, pita komputer dan sebagainya.
2. Wujud kebudayaan sebagi kompleks aktifitas serta tindakan
berpola dari manusia dalam masyarakat. Wujud ke dua ini adalah yang disebut
system sosial atau social sistem, yaitu mengenai tindakan berpola manusia itu
sendiri. yang berintegrasi satu sama lainya dari waktu kewaktu yang selalu
menurut pola tertentu.
3. Wujud kebudayaan sebagai wujud hasil karya manusia. Wujud
ketiga ini adalah yang disebut kebudayaan fisik yaitu seluruh fisik hasil karya
manusia dalam masyarakat sifatnya sngat konkrit berupa benda-benda yang
bisadiraba, difoto, dandilihat. dan tiga wujud tersebut tidak saling lepas satu
samalainnya dalam masyarakat.
Dari ketiga wujud tersebut, kebudayaan dapat
termanifestasi pada beberapa aspek sebagai berikut:
1.
Bahasa ( tulisan maupun lisan)
2.
Sistem teknologi (peralatan dan perlengkapan hidup manusia)
3.
Sistem mata pencarian ( matapencarianhiudpdanekonomi)
4.
Organisasi social (organisasi kemasyarakatan)
5.
Sistem pengetahuan
6.
Kesenian (seni rupa, seni sastra, seni tari dan sebagainya)
7.
Religi.
Prof. M.M Djojodigoeno menyatakan bahwa kebudayaan atau budaya adalah daya
dari budi, yang berupa cipta, karsa, dan rasa. Sehingga
unsur-unsur didalamnya tiga aspek tersebut.
1. Cipta :
kerinduan manusia untuk mengetahui rahasia segala hal, yang ada pada
pengalamannya, yang meliputi pengalaman lahir dan batin. Hasil cipta berupa
ilmu pengetahuan.
2. Karsa
:kerinduan manusia untuk menginisafi tentang hal sangkanparan. Dari
mana manusia sebelum lahir (sangkan) dan kemana manusia sesudah mati (paran)
hasilnya berupa norma-norma keagamaan, kepercayan, timbulnya bermacam-macam
agama, karna kesimpulan manusia berbeda-beda pula.
3. Rasa :
kerinduan manusia akan keindahan, sehingga menimbulkan dorongan untuk menikmati
keindahannya. Manusia merindukan keindahan dan mennolak keburukan/
kejahatan.Buah perkembangan rasa ini menjelma menjadi norma yang kemudian
menghasilkan bermacam-macam kesenian.
2.5. Pengertian Ideologi
Kata
ideology berasal dari bahasa latin ( idea
; daya cipta sebagai hasil kesadaran manusia dan logos ; ilmu ). Istilah ini diperkenalkan oleh filsuf Perancis A.Destut de Tracy (1801 ) yang
mempelajari tentang berbagai gagasan (idea) manusia serta kadar kebenarannya.
Pengertian ini kemudian meluas sebagai keseluruhan pemikiran, cita rasa, serta
segala upaya, terutama di bidang politik. Ideology juga di artikan sebagai
falfasah hidup dan pandangan dunia ( dalam bahasa Jerman disebut weltanschauung
).
Berikut ini
beberapa pengertian ideology :
1.
A.Destult de Tracy
Ideology adalah bagian dari filsafat yang merupakan
ilmu yang mendasari ilmu-ilmu lain seperti pendidikan, etika, politik, dan
sebagainya.
2.
Dr. Alfian
Ideology adalah suatu pandangan atau system nilai yang
menyeluruh dan mendalam tentang bagaimana cara yang sebaiknya, yaitu secara
normal dianggap benar dan adil mengatur tingkah laku bersama dalam berbagai
segi kehidupan.
2.6.
Hubungan Antara
Filsafat Dengan Ilmu Pengetahuan
Gerard Beekman dalam bukunya (1973)
filsafat, para filsuf, berfilsafat menyatakan bahwa filsafat memainkan peranan
dalam hubungannya dengan semua ilmu pengetahuan. Filsafat tidak harus mengirim
imformasi dari sisi ilmu pengetahuan, tapi harus memberikan ilmu pengetahuan.
Ilmu dapat dibedakan dengan
filsafat. Ilmu bersifat pasteriori. Kesimpulannya ditarik setelah melakukan
pengujian-pengujian secara berulang-ulang. Untuk kasus tertentu, ilmu bahkan
menuntut untuk diadakannya percobaan dan pendalaman untuk mendapatkan
esensinya. Sedangkan filsafat bersifat priori, yakni; kesimpulan-kesimpulannya
ditarik tanpa pengujian. Sebab filsafat tidak mengharuskan adanya data empiris seperti dimiliki ilmu. Karena filsafat bersifat
spekulatif dan kontemplatif yang ini juga dimiliki ilmu.
Filsafat yang sering disebut sebagai induk
ilmu pengetahuan (mother of science) dapat menjadi pembuka dan sekaligus ilmu
pamungkas keilmuan yang tidak dapat diselesaikan oleh ilmu. Kenapa
demikian? Sebab filsafat dapat merangsang lahirnya sejumlah keinginan dari
temuan filosofis melalui berbagai observasi dan eksperimen yang melahirkan
berbagai pencabangan ilmu.
Menurut Permakalah, untuk mengetahui
hubungan antara filsafat dan ilmu kita harus mengetahui terlebih dahulu
pengertian filsafat dan ilmu pengetahuan.
Filsafat
adalah buah pemikiran seseorang yang mengkaji tentang masalah yang berkenan
dengannya dalam segala sesuatu secara benar, agar menemukan hakikat yang
sebenarnya.
Ilmu
adalah sebuah pengetahuan yang pasti secara beraturan, secara ilmiah, dan
mencakup kebenaran umum mengenai objek studi.
Antara filsafat dan ilmu ini
memiliki hubungan dan persamaan, keduanya ini meupakan hasil ciptaan kegiatan
pemikiran manusia, yaitu berfikir filosofis dan empiris ilmiah. Filsafat
menentukan tujuan hidup dan ilmu menentukan sarana untuk hidup. Jadi, antara
filsafat dan ilmu pengetahuan ini sangatlah berkaitan erat, filsafat ini
disebut sebagai patokan ilmu pengetahuan.
Menurut Hocking (1946), agama merupakan obat dari kesulitan
dan kekhawatiran yang dihadapi manusia, sekurang-kurangnya meringankan manusia
dari kesulitan. Agama merupakan pernyataan pengharapan manusia dalam dunia yang
besar atau jagat raya, karena ada jalan hidup yang benar yang perlu ditemukan.
Agama menjadi suatu lembaga yang bersemangat untuk memperoleh kehidupan yang
baik dan merenungkannya sebagai suatu tuntutan kosmis,. Menusia menjadi
penganutnya yang setia terhadap agama karena manurus keyakinannya agama telah
memberikan sesuatu yang sangat berharga bagi hidupnya yang tidak mungkin dapat
diuji dengan pengalaman maupun oleh akal sepert halnya menguji kebenaran sains
dan filsafat karena agama lebih banyak menyangkut perasaan dan keyakinan. Agama merupakan sesuatu yang ada, karena
keberadaanya itulah makanya agama dikatakan pengkajian filsafat. Landasan agama
atau tauhid meurpkan landasan utama yang perlu diperhatikan dan diterapkan
dalam kehidupan sehari-hari untuk keselamatan di dnia dan menjadi bekal di
akhirat nanti. Misalnya dalam melaksanakan proses pendidikan dan pembelajran
bagi anak didi, dimna alandasan tauhi dan spritual keagaaamini menyangkut
dengan hakikat menusi asebagai makhluk ciptaan Tuhan. Oleh karena itu
pendidikan dan pemblajarna yang harus dilakukan harus mengacu pada pembentukan
kepribadian anak didik yang sesuai dengan nilai-nilai aqidan dan spritual
kegaman yaitu menurut ajaran agama islam. Pandangan filsafat menurut agama
islam tertung semuanga pada Al-qur’an yang dijadikan seabgaipegangan dan
pedoman hidup bagi orang-orang yang beriman. Karena dia yakin bahwa semuanya.
Baik hidup, mati, kapan, dan dimanapun ia berada adalah kekuasaan dan kehendak
yang maha kuasa yaitu Allah SWT.
Filsafat merupakan pertolongan yang sangat penting pula
pengaruhnya terhadap seluruh sikap dan pandangan orang, karena filsafat justru
hendak memberikan dasar-dasar yang terdalam mengenai hakikat manusia dan dunia.
Ada beberapa hal yang penting dalam agama yaitu : menyakini adanya Tuhan yang
menciptakan semua yang ada dilangit dan dibumi dan mengatur semua kehidupan
manusia, adanya kebajikan, sifat buruk dan baik dan lain sebagainya,juga
diselidi oleh filsafat karena itu meurpakan atau mungkin ada secara umum
kebenaran dalam agama didasarkan pada wahtu atau firman-firman Allah, sedangkan
kebenaran dalam filsafat didasarkan pada pikiran belaka, agama telah mengaskan
bahwa agama itu untuk orang-orang yang berakal dan berilmu pengetahuan.
Maksudnya adalah dalam agama terutama gama islam adanya aturan-aturan yang
ditetapkan Allah, dimnaa aturah Allah adalah wajib, sunat, haram, makhru dan
mubah. Jadi agama dan pendidikan merupakan dual yang saling berhubungan dan
saling berkaitan, maksudnya adalah didalam agama ada aturan-aturan yang harus
dipatuhi sedangkan dalam pendidikan juga ada aturan yang harus dipatuhi dan
semua atuaran baik agama maupun pendiidkan dijalankan dan diterapkan oleh
manusia.
Menurut Pemakalah, untuk mengetahui hubungan antara filsafat
dan agama, kita harus mengetahui terlebih dahulu pengertian filsafat dan agama.
Definisi filsafat telah kami bahas sebelumnya, bahwa
filsafat yaitu buah pemikiran seseorang yang mengkaji tentang masalah yang
berkenan dengannya dalam segala sesuatu secara benar agar menemukan hakikat
sebenarnya.
Agama adalah suatu pedoman bagi manusia agar hidup manusia
menjadi lurus, teratur, dan tidak kacau. Dalam agama ada sesuatu yang dianggap
berkuasa yaitu Tuhan, zat yang memiliki segala yang ada, yang berkuasa dan yang
mengatur segala alam beserta isinya.
Jadi, filsafat dan agama sangat berkaitan erat dan saling
berhubungan peran agama terhadap filsafat adalah meluruskan filsafat yang tidak
nyata kebenarannya yang ada pada agama. Sedangkan peran filsafat terhadap agama
adalah membantu keyakinan manusia terhadap kebenaran mutlak dengan pemikiran
yang kritis dan logis. Ada sebuah pernyataan yang menyatakan bahwa filsafat
yang sejati harus berdasarkan agama dan filsafat yang sejati itu adalah
terkandung dalam agama.
2.8. Hubungan Filsafat dengan Kebudayaan
Kebudayaan
mempunyai fungsi yang besari bagi mnausia dan masyarakat, berbagai macam
kekuatan harus dihadapi seperit kekuatan alam dan kekuatan lain. Selain itu manusia dan masyarakat
memerlukan kepuasan baik secara spritual maupun materil. Manusia merupakan
makhluk yang berbudaya, melalui akalnya manusia danpat mengembangkan kebudyaan.
Begitu pula manusia hidup dan tergantung apa kebudayaan sebagai hasil
ciptaanya. Kebudayaan memberikan aturan bagi manusia dalam mengolah lingkungan
dengan teknologi hasil ciptaannya. Dan kebudayaan juga diharakan dengan
pendidikan yang akan mengembangkan dan membangkitkan budaya-budaya dulu, agar
dia tidak punah dan terjaga untuk selamanya. Oleh karena itu, dengan adanya
filsfat, kita dapat mengetahui tentang hasil karya manusia yang akan
menimbulkan teknologi yang mempunyai kegunaan utama dalam melindungi manusia
terhadal alam lingkungannya. Sehingga kebudayaan memiliki peran :
1.
suatu hubungan pedoman antar manusia atau kelompoknya
2.
wadah untuk menyalurkan perasan dan kemampuan lain
3.
sebagai pembimbing kehidupan dan penghidupan manusia
4.
pembeda manusia dengan binatan
5.
petunjuk-petunjuk tentang bagaimana harus bertindak dan berperilaku dalam
pergaulan
6.pengaturan agar manusia dapat mengerti bagaimnaa seharusnya
bertindak, berbuat,
menentukan sikapnya jika berhubungan dengan orang lain.
7. sebagai modal dasar pembangunan
Menurut
Pemakalah, kaitan antara filsafat dan kebudayaan ini juga sangat erat
hubungannya, karena kebudayaan ini adalah hasil karya manusia sebagai komplek
aktifitas serta tindakan berpola dari manusia. Dan kebudayaan ini juga hasil dari
ide-ide dan gagasan. Intinya kebudayaan itu merupakan hasil dari sebuah
pemikiran manusia yang disebut sebagai filsafat.
2.9. Hubungan Filsafat dengan Ideologi
Filsafat dan
ideology memiliki keterkaitan sebelum lahirnya sebuah ideolgi maka ada filsafat
terlebih dahulu, filsafat berubah menjadi ideology setelah filsafat tersebut
digunakan untuk cita-cita dan di kerjakan atau di patuhi oleh manusia tersebut.
Filsafat adalah
sebuah pemikiran kritis untuk menglogikan sesuatu, sehingga filsafat menjadi
akar dari setiap ilmu pengetahuan, sedangkan ideology adalah suatu ilmu yang
mempelajari cita-cita.
Ideology merupakan hasil filsafat,
ideology adalah output dari struktur pemikiran yang sudah matang, komplik,
serta sintesis berupa tawaran-tawaran terhadap sendi-sendi kehidupan yang lebih
kompleks.
Menurut Pemikiran Pemakalah,
filsafat dan ideology sangatlah berkaitan erat, Mengapa demikian? Karena
ideology itu adalah sebuah ilmu yang mempelajari tentang gagasan atau pokok
pikiran manusia serta kadar kebenarannya. Sedangkan filsafat merupakan pokok
pemikiran manusia yang harus dicari kadar kebenarannya, tanpa ada filsafat maka
tidak suatu ilmu ideology.
BAB III
PENUTUP
3.1. KESIMPULAN
Filsafat dan agama mempunya hubungan
yang terkait dan reflesif dengan manusia artinya keduanya tidak ada alat
penggerak dan tenaga utama di dalam diri manusia, yang dikatakan alat dan
penggerak tenaga utama pada diri manusia adalah akal, pikiran, rasa, dan
kenyakinan. Dengan alat ini manusia akan mencapai kebahagiaan bagi dirinya. Agama
dapat menjadi petunjuk, pegangan serta pedoman hidup bagi manusia dalam
menempuh hidupnya dengan harapan penuh keamanan, kedamaian, dan kesejahteraan.
Manakala manusia menghadapi masalah yang rumit dan berat, maka timbullah
kesadaranyna, bahw amanusia merupakan makhluk yang tidak berdaya untuk
mengatasinya dan timbulnya kepercayaan dan keyakinan.
Hubungan pendidikan dengan kebudayaan adalah juga hubungan
nilai demokrasi. Dimana fungsi pendidikan sebagai pengoper kebudayaan mempunyai
tujuan yang lebih utama yaitu untuk membina kepribadian manusia agar lebih
kreatif dan produktif yakni mampu menciptakan kebudayaan.
Hubungan filsafat dengan ideologi,
filsafat dan ideology sangatlah berkaitan erat, Mengapa demikian? Karena
ideology itu adalah sebuah ilmu yang mempelajari tentang gagasan atau pokok
pikiran manusia serta kadar kebenarannya. Sedangkan filsafat merupakan pokok
pemikiran manusia yang harus dicari kadar kebenarannya, tanpa ada filsafat maka
tidak suatu ilmu ideology.
Hubungan Filsafat dengan Ilmu Pengetahuan,
Realitas juga menunjukan bahwa hampir tidak ada satu cabang ilmu yang lepas
dari filsafat atau serendahnya tidak terkait dengan persoalan filsafat. Bahkan
untuk kepentingan perkembangan ilmu itu sendiri, lahir suatu disiplin filsafat
untuk mengkaji ilmu pengetahuan, pada apa yang disebut sebagai filsafat
pengetahuan, yang kemudian berkembang lagi yang melahirkan salah satu cabang
yang disebut sebagai filsafat ilmu.
DAFTAR PUSTAKA
Sudibyo, L., dkk. 2013. Ilmu Sosial Budaya. Yogyakarta:
Andi Offset
Zaprulkhan. 2016. Filsafat Umum Sebuah Pendekatan Tematik. Jakarta: PT
RAJAGRAFINDO PERSADA
Suaedi. 2016. Pengantar Ilmu Filsafat. Bogor: IPB Press Printing
Sudibyo, L, dkk. 2013. Ilmu Sosial Budaya Dasar. Yogyakarta: Andi
Offset
Nata, Abuddin. 2011. Metodologi Studi Islam. Jakarta: Rajawali Press
[5] Dr. Zaprulkhan, M.Si., FILSAFAT
UMUM SEBUAH PENDEKATAN TEMATIK, (Jakarta: PT RAJAGRAFINDO PERSADA,2016) hal 44
